WADUK
Gambar
Waduk Cengklik, Boyolali
1.
Definisi Waduk
Waduk menurut pengertian umum adalah tempat pada
permukaan tanah yang digunakan untuk menampung air saat terjadi kelebihan air /
musim penghujan sehingga air itu dapat dimanfaatkan pada musim kering. Sumber
air waduk terutama berasal dari aliran permukaan dtambah dengan air hujan
langsung.
Definisi lain mengatakan waduk adalah danau alam atau danau
buatan, kolam penyimpan atau pembendungan sungai yang bertujuan
untuk menyimpan air. Waduk dapat
dibangun di lembah sungai pada saat pembangunan sebuah bendungan atau
penggalian tanah atau teknik konstruksi konvensional seperti pembuatan tembok
atau menuang beton. Istilah
'reservoir' dapat juga digunakan untuk menjelaskan penyimpanan air di dalam
tanah seperti sumber air di bawah sumur minyak atau sumur air.
2.
Jenis Waduk
Jenis – jenis waduk antara
lain :
1. Waduk Lembah
Bendungan juga dibangun di
lembah dengan memanfaatkan topografinya dan mendapatkan air untuk waduk. Bagian
pinggir lembah dimanfaatkan sebagai tembok dan bendungannya terletak di bagian
yang paling sempit, yang biasanya memberikan kekuatan lebih besar dengan biaya
yang lebih rendah. Di banyak tempat, pembangunan waduk lembah melibatkan
pemindahan penduduk dan artifak bersejarah, seperti misalnya pemindahan kuil Abu Simbel
saat pembangunan Bendungan Aswan.
2. Waduk Sisi
Sungai
Waduk sisi sungai dibangun
dengan memompa air dari sungai. Waduk seperti ini biasanya dibangun melalui
eskavasi dan konstruksi pada bagian tanggul yang
biasanya mencakup lebih dari 6 km. Air yang disimpan di waduk seperti ini
biasanya diendapkan selama beberapa bulan agar kontaminanan dan tingkat
kekeruhannya berkurang secara alami.
3. Waduk
Pelayanan
Waduk pelayanan adalah waduk yang
dibangun dekat dengan titik distribusi, dengan air yang sudah disterilkan dan
dibersihkan. Waduk pelayanan biasanya dibangun berbentuk menara air
yang dibangun di atas pilar beton di wilayah datar. Beberapa lainnya dibangun
di bawah tanah, terutama untuk waduk pelayanan di negara-negara yang dipenuhi
bukit atau pegunungan.
3.
Fungsi Waduk
Waduk dapat dimanfaatkan antara lain
sebagai berikut :
1. Irigasi
Pada saat musim penghujan, hujan yang turun di daerah
tangkapan air sebagian besar akan mengalir ke sungai. Kelebihan air yang
terjadi dapat di tampung waduk sebagai persediaan sehingga pada saat musim
kemarau tiba air tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan antara lain
irigasi lahan pertanian.
Gambar Saluran
Irigasi
2. PLTA
Gambar PLTA Waduk Gajah Mungkur
Dalam menjalankan fungsinya sebagai PLTA, waduk
dikelola untuk mendapatkan kapasitas listrik yang dibutuhkan. Pembangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah suatu system pembangkit listrik yang biasanya
terintegrasi dalam bendungan dengan
memanfaatkan
energi mekanis aliran air untuk memutar turbin yang kemudian akan diubah
menjadi tenaga listrik oleh generator.
Gambar Pengelolaan Air Bersih Dari
Waduk
Air baku adalah air bersih yang dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan air minum dan air rumah tangga. Waduk selain sebagai sumber
pengairan persawahan juga dimanfaatkan sebagai sumber penyediaan air baku untuk
bahan baku air minum dan air rumah tangga. Air yang dipakai harus memenuhi
persyaratan sesuai kegunaannya.
IRIGASI
Gambar Irigasi Waduk Cengklik, Boyolali
1. PENGERTIAN IRIGASI
Irigasi adalah semua atau segala kegiatan yang
mempunyai hubungan dengan usaha untuk mendapatkan air guna keperluan pertanian.
Usaha yang dilakukan tersebut dapat meliputi : perencanaan, pembuatan,
pengelolaan, serta pemeliharaan sarana untuk mengambil air dari sumber air dan
membagi air tersebut secara teratur dan apabila terjadi kelebihan air dengan
membuangnya melalui saluran drainasi.
Definisi
lain mengatakan Irigasi adalah usaha penyediaan dan
pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi air
permukaan, irigasi air bawahtanah, irigasi pompa dan irigasi rawa. Irigasi
berarti mengalirkan air secara buatan dari sumber air yang tersedia kepada
sebidang lahan untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Dengan demikian tujuan irigasi
adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat
persediaan lengas tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman,
sehingga tanaman bisa tumbuh secara normal.
2. TUJUAN IRIGASI
Secara garis
besar, tujuan irigasi dapat digolongkan menjadi 2 (dua) golongan, yaitu :
- Tujuan Langsung, yaitu irigasi mempunyai tujuan untuk membasahi tanah berkaitan dengan kapasitas kandungan air dan udara dalam tanah sehingga dapat dicapai suatu kondisi yang sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan tanaman yang ada di tanah tersebut.
- Tujuan Tidak Langsung, yaitu irigasi mempunyai tujuan yang meliputi : mengatur suhu dari tanah, mencuci tanah yang mengandung racun, mengangkut bahan pupuk dengan melalui aliran air yang ada, menaikkan muka air tanah, meningkatkan elevasi suatu daerah dengan cara mengalirkan air dan mengendapkan lumpur yang terbawa air, dan lain sebagainya
3. Fungsi Irigasi
Fungsi utama
irigasi adalah untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan air untuk pertumbuhannya,
secara tepat jumlah dan tepat waktu. Selain fungsi utama tersebut, irigasi juga
memiliki sejumlah fungsi lain berikut ini.
1.
Menjamin ketersediaan air untuk tanaman pertanian jika
sewaktu - waktu kekeringan melanda.
2.
Menurunkan suhu bagian dalam tanah.
3.
Melunakkan lapisan tanah yang keras pada saat
pengolahan tanah dilakukan.
4.
Mengangkut garam – garam dari permukaan ke lapisan
bawah tanah. Dengan demikian, di permukaan tanah, konsentrasi garam akan
menurun.
4. Saluran Irigasi
Saluran
irigasi terbagi menjadi 3 jenis yaitu :
1.
Saluran Primer
Saluran irigasi primer adalah bagian dari jaringan
irigasi yang terdiri dari bangunan utama, saluran induk/primer, saluran
pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap dan bangunan pelengkapnya.
Saluran irigasi primer merupakan saluran irigasi utama yang membawa air masuk
kedalam saluran sekunder. Air yang sudah masuk kedalam irigasi sekunder akan
diteruskan ke saluran irigasi tersier. Bangunan saluran irigasi primer umumnya
bersifat permanen yang sudah dibangun oleh pemerintah melalui Dinas Pekerjaan
Umum atau daerah setempat.
Gambar Saluran Irigasi Primer
2.
Saluran Sekunder
Gambar Saluran Irigasi Sekunder
Saluran irigasi
sekunder adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari, saluran
pembuangannya, saluran bagi, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap dan bangunan
pelengkapnya. Saluran yang membawa air dari saluran primer ke petak-petak
tersier yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut. Batas ujung saluran ini
adalah pda bangunan sadap terakhir. Fungsi dari saluran irigasi sekunder ini
adalah membawa air yang berasal dari saluran irigasi primer dan diteruskan ke
saluran irigasi tersier.
3.
Saluran Tersier
Gambar
Saluran Irigasi Tersier
Saluran
irigasi tersier terdiri dari beberapa petak kuarter, masing-masing seluas
kurang lebih 8 sampai dengan 15 hektar. Petak tersier sebaiknya berbatasan
langsung dengan saluran sekunder atau saluran primer. Sedapat mungkin dihindari
petak tersier yang terletak tidak secara langsung di sepanjang jaringan saluran
irigasi utama, karena akan memerlukan saluran muka tersier yang mebatasi
petak-petak tersier lainnya.

0 comments:
Post a Comment